Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

“Dan kamu mencinta harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (al-Fajr : 20)

Demikianlah harta, bagian dari perhiasan kehidupan dunia, ia sangat dicintai oleh setiap kita manusia. Jika saja cinta dunia, berupa harta atau yang lainnya, dijadikan sebagai bekal dan kendaraan untuk meraih pahala akhirat, maka alangkah baiknya.

Yahya bin Mu’adz ar-Razi رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Bagaimana aku tidak mencintai dunia?!, Sementara telah ditakdirkan untukku dalam kehidupan dunia itu makanan yang dengannya aku mengusahakan kehidupan, yang dengannya pula aku dapat melakukan berbagai ketaatan, dengannya aku memperoleh pahala akhirat.”

(Ibnu Rajab, Jami’ al-‘ulum Wa al-Hikam, 4/33)