Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ
“Berbekallah. Sesunggungnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (al-Baqarah : 197)
Lukman al-Hakim رَحِمَهُ اللهُ pernah berkata kepada anaknya, “Tawadhu’lah terhadap kebenaran niscaya engkau menjadi manusia yang paling berakal.
Sesungguhnya orang yang cerdas itu mudah tunduk kepada kebenaran.
Wahai anakku!
Sesungguhnya dunia adalah lautan nan dalam.
Telah banyak orang yang tenggelam dalam kebinasaan.
Karenanya, jadikanlah ketakwaan kepada Allah di dalamnya sebagai bahteramu. Jadikanlah iman sebagai muatannya. Jadikanlah tawakkal sebagai layarnya. Jadikanlah akal sebagai pengawalnya.
Jadikanlah ilmu sebagai penunjuk arahnya. Dan, jadikanlah kesabaran sebagai para penumpangnya.”
(Semoga engkau selamat dengan itu semuanya)
(Kitab al-Kafi Tahqiq al-Majlisi wa al-Bahbudi, Abdurahman ad-Dimasqi, 1/19)



