Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
َالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” (al-‘Ashr: 1-3)
Yahya bin Hubairah رَحِمَهُ اللهُ berkata,
وَ الْوَقْتُ أَنْفَسُ مَا عُنِيْتَ بِحِفْظِهِ … وَأَرَاهُ أَسْهَلُ مَا عَلَيْكَ يَضِيْعُ
“Waktu itu sesuatu yang harus paling engkau perhatikan dalam menjaganya, dan aku melihat waktu itu sesuatu yang paling mudah hilang darimu.”
(Sami bin Muhammad bin Jadullah, “Waqafaat Ma’a Hifzhi al-Waqti” , 1/2)



