Dari Sallam bin Abi Muthi’, ia mengatakan, ‘Sa’id bin Iyas al-Jurairiy mendatangi kami. Beliau termasuk syaikh dari kalangan penduduk Bashrah. Saat itu, beliau rahimahullah belum lama pulang dari menunaikan haji. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kesungguhan kepada kami dalam perjalanan kami demikian dan demikian. Dan Dia Subhanahu wa Ta’ala (juga) telah memberikan kesungguhan kepada kami dalam perjalanan kami demikian dan demikian.”

Kemudian, beliau rahimahullah mengatakan,
“Dulu dikatakan (oleh para salaf), ‘Sesungguhnya menghitung-hitung berbagai kenikmatan termasuk bentuk kesyukuran.” (al-Hilyah, karya : Abu Nu’aim, 6/200)

Setelah haji, banyak orang menyibukkan diri dengan menyebut-nyebut hal-hal yang menyusahkan, hal-hal yang melelahkan, dan hal-hal yang memberatkan daripada menyibukkan diri dengan menyebut-nyebut berbagai kenikmatan.

(Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin al-Badr, ‘Ta’dadu an-Ni’ami’)