Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

“Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.” (Maryam: 64)

Lukman rahimahullah pernah berkata kepada anaknya,

“Duhai anakku! Jadikanlah kesalahan-kesalahanmu selalu berada di hadapan matamu sampai kematian menjemputmu.

Adapun kebaikan-kebaikanmu, maka alihkanlah pandangan matamu darinya. Karena sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu telah dicatat oleh Dzat yang tidak akan melupakannya.”

(Bahauddin Muhammad bin Husain al-‘Amili, ‘al-Kasykuul’, 2/100)