Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Dan hanya kepada-Nya semata mereka akan dikembalikan.” (al-Baqarah : 245)

Firman-Nya, يَقْبِضُ “menyempitkan” maksudnya menyempitkan rezeki pada hamba-Nya yang Dia Subhanahu wa Ta’ala kehendaki dari makhluk-Nya.

Dan firman-Nya, يَبْسُطُ “melapangkan” artinya meluaskan dengan melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki dari mereka.

Sedangkan firman-Nya وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ “Dan hanya kepada-Nya semata mereka akan dikembalikan” yaitu hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kembalinya kalian wahai sekalian manusia.

Maka, bertakwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban-Nya dan dari melampaui batasan-batasan-Nya.

Jangan sampai orang yang diberikan kelapangan rezeki dari kalian mengerjakan apa yang tidak diizinkan untuk dikerjakan oleh Rabbnya.

Dan, jangan pula orang yang fakir -lalu disempitkan rezekinya- kesempitannya tersebut mendorongnya untuk berbuat maksiat kepada-Nya dan nekat untuk melakukan apa yang Dia larang, sehingga semua itu mengharuskan dirinya merasakan pedihnya siksaan yang tiada tandingannya ketika ia kembali kepada sang Pencipta.

(Ibnu Jarir ath-Thabari, Jami’ al-Bayan Fi Takwili al-Qur’an, 4/432)