Allah Subhnahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Dia (Sulaiman عَلَيْهِ السَّلَامُ) berkata, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Shaad : 35)

“Sulaiman عَلَيْهِ السَّلَامُ mendahulukan permintaan ampunan atas permintaan agar medapatkan kerajaan ; karena menurut mereka (Sulaiman dan orang-orang yang beriman dari kalangan para pengikutnya, serta orang-orang yang beriman lainnya dari kalangan ummat ini) urusan-urusan agama itu lebih penting daripada urusan-urusan dunia. Maka, ia memprioritaskan hal yang paling utama dan paling penting.”

(Ibnu Juzziy, at-Tashil Li ‘Ulumi at-Tanzil, 2/451)