Muhammad bin Malik bin Dhaigam berkata, mantan sahaya kami, Abu Ayyub menceritakan kepada kami, Abu Malik pernah menceritakan kepadaku pada suatu hari,

”Wahai Abu Ayyub, Waspadailah bahaya dirimu atas dirimu sendiri, kerena sesungguhnya aku melihat bahwa duka kaum Mukminin di dunia ini tak pernah berakhir.

Dan demi Allah, seandainya Hari Akhirat tidak mendatangkan kebahagiaan bagi seorang Muslim, niscaya sudah terkumpul dalam dirinya dua perkara : Duka di dunia dan celaka di akhirat.”

Beliau (Abu Ayyub) bertanya, “Bagaimana mungkin akhirat tidak membawa kebahagiaan buat dirinya, padahal dirinya telah berjibaku dan mengalami kepayahan di dunia?

Abu Malik menanggapi, “Bagaimana amalnya dapat diterima, dan bagaimana ia bisa selamat?”

Beliau meneruskan, “Berapa banyak orang yang merasa telah berbuat baik, merasa berkurban dengan baik, merasa memperbaiki niatnya dan memperbaiki amalnya, tapi semua itu dikumpulkan di Hari Kiamat nanti lalu dicampakkan ke wajahnya sendiri karena ia tidak ikhlash.”

[Ibnul Jauzi, Shifat ash-Shahwah, 3/360]