Abdul Malik al-Qosim berkata:

“Meskipun Nabi ﷺ mencintai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau tetap menyanggah ghibah yang diucapkan istri beliau tercinta itu. Nabi ﷺ menegur istrinya dan menjelaskan kepadanya betapa besar bahaya ghibah. Nabi ﷺ membela kehormatan orang lain.”

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata,

“Cukuplah bagimu tentang kekurangan Shafiyah bahwa dia begini dan begini.”

Perawi menjelaskan, yaitu pendek tubuhnya.

Lalu Nabi ﷺ langsung menegur beliau dengan sabdanya:

 لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ

“Engkau telah mengucapkan sebuah kalimat yang seandainya dicampur dengan air laut, niscaya akan mengotorinya.”

(HR. Abu Dawud)

Maka, cintamu kepada pasangan hidupmu atau kepada siapa pun yang engkau cintai, bukanlah penghalang bagimu untuk menegurnya apabila ia melakukan pelanggaran, seperti ghibah atau pelanggaran yang lainnya.

(Yaumun Fii Baiti ar-Rasuul ﷺ, cet. I, hlm. 319)