Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah : 155)

Bukan merupakan keniscayaan bahwa apa yang Dia Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada orang-orang yang beriman berupa berbagai macam bentuk bala merupakan sangsi atau hukuman.

Tetapi, boleh jadi hal tersebut justru menjadi sebuah kebaikan bagi mereka ; bisa jadi hal tersebut untuk mengangkat derajat mereka, bisa jadi pula hal tersebut dimaksudkan untuk menguji mereka dan untuk memurnikan keikhlasan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bisa jadi pula hal itu dimaksudkan agar mereka bertambah dekat kepada-Nya dan bertambah pula kerendahan hatinya kepada-Nya.

Dan, hal ini mengajak kepada sikap ridha terhadap ketetapan dan putusan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Dia turunkan kepada kita.

Sedangkan keridhaan seorang hamba adalah kunci keridhaan Rabb (Allah Subhanahu wa Ta’ala); maka, apabila Rabb (Allah Subhanahu wa Ta’ala) telah ridha, niscaya diangkatlah duka, kesusahan dan kesedihan.”

عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ . إِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلَاهُمْ . فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا . وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“Besarnya pahala sepadan dengan besarnya bala. Sesungguhnya bilamana Allah mencintai suatu kaum, niscaya Dia pasti akan memberikan mereka bala (cobaan). Oleh karena itu, barang siapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah; dan barang siapa yang murka, maka Allah murka kepadanya.” (HR. Ibnu Majah, no. 4031)

(Prof. Dr. Abdul Humaid Hindawiy, Hikmatullahi Fii Inzali al-Bala Wa As-baa-bi Daf-‘ihi Fii al-Qur’an al-Karim)