Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan:

“Sesungguhnya kalian senantiasa melewati malam dan siang, waktu untuk sampai kepada ajal kalian selalu terkurangi, sementara amal-amal yang kalian perbuat senantiasa terpelihara dalam catatan amal. Sedangkan kematian itu datang secara tiba-tiba.

فَمَنْ يَزْرَعُ خَيْرًا يُوْشِكُ أَنْ يَحْصُدَ رَغْبَةً وَمَنْ يَزْرَعُ شَرًّا يُوْشِكُ أَنْ يَحْصُدَ نَدَامَةً وَلِكُلِّ زَارِعٍ مِثْلُ مَا زَرَعَ

“Barangsiapa yang menanam kebaikan, niscaya ia akan memetik kebahagiaan. Barangsiapa yang menanam keburukan, niscaya ia akan menui penyesalan. Setiap yang menanam akan mendapatkan sesuai apa yang ia tanam.”

(Diriwayatkan oleh Abu Nu’am di dalam Hilyatul Auliya, 1/134)

Jika demikian, maka bila Anda ingin memetik buah kebahagiaan maka tanamlah tanaman-tanaman kebaikan.

Janganlah Anda menanam tanaman-tanaman keburukan, agar Anda tidak memetik buah penyesalan.