‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ biasa berdoa di dalam shalat (sebelum salam) :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَفِتْنَةِ الْمَمَاتِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur.
Aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal.
Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati.
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang.”

(HR. al-Bukhari)

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan :

“Rasulullah ﷺ meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak utang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”

(al-Fawa’id, hal. 57)

Saudaraku…

Itulah bagian dari ajaran suri tauladan kita.

Beliau ﷺ mengajarkan kepada kita berdoa meminta perlindungan dari kedua hal ini (berbuat dosa dan banyak hutang) dengan tujuan agar tidak merugi baik di dunia maupun akhirat.

Maka, mohonlah perlindungan kepada Allah ﷻ dari dua hal ini.