Asy-Sya’bi rahimahullah mengatakan,
“Ketika Abdullah bin Mas’ud berada pada saat menjelang wafatnya,
beliau memanggil anaknya, kemudian berwasiat kepadanya:
“Wahai anakku Abdurahman bin Abdullah bin Mas’ud,
sesungguhnya saya berwasiat kepadamu lima perkara maka jagalah
wasiat ini;
(Pertama) tunjukan kepada manusia jika dirimu
tidak butuh pada bantuan (harta) mereka, maka kamu akan meraih
kekayaan yang hakiki,
(Kedua) tinggalkan senang meminta-minta pada
orang lain karena sesungguhnya itu merupakan kefakiran yang
akan selalu menghantuimu,
(Ketiga) berilah orang lain udzur jika melakukan
kesalahan dan jangan sekali-kali engkau tiru kesalahannya,
(Keempat) berusahalah untuk selalu beramal pada
hari ini dan usahakan amalanmu lebih baik dari kemarin,
(Kelima) jika kamu mengerjakan sholat maka
sholatlah seperti sholatnya orang yang akan berpisah seakan-akan
dirinya tidak akan sholat lagi setelahnya (maksudnya : akan
meninggal,pen)”.
[“Washoya Ulama ‘Indal Maut” hal 69-70





