๐Ÿ“– Allah ๏ทป berfirman:

ูˆูŽู†ูŽุฒูŽุนู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูููŠ ุตูุฏููˆุฑูู‡ูู… ู…ู‘ูู†ู’ ุบูู„ู‘ู ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุณูุฑูุฑู ู…ู‘ูุชูŽู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ

โ€œDan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.โ€

[Al-Hijr: 47]

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian manusia, yang merupakan salah satu sebab kebahagiaan dan hanya membutuhkan keputusan dari kita.

๐Ÿ“– Mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari ayat ini:

ูˆูŽู†ูŽุฒูŽุนู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ูููŠ ุตูุฏููˆุฑูู‡ูู… ู…ู‘ูู†ู’ ุบูู„ู‘ู ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุณูุฑูุฑู ู…ู‘ูุชูŽู‚ูŽุงุจูู„ููŠู†ูŽ

โ€œDan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.โ€

Hal ini disebutkan dalam konteks kenikmatan di surga:

Lalu, mengapa kita tidak melenyapkan rasa dendam dari hati kita di dunia agar kita bahagia? ๐Ÿค

Agar kita merasa nyaman, mengapa kita tidak mengambil keputusan penting ini padahal kita menyadari bahwa itu sulit?

Buktinya adalah firman Allah โ€œDan Kami lenyapkanโ€ โ€” kata โ€œlenyapkanโ€ (nazaโ€™a) hanya digunakan untuk sesuatu yang mengakar kuat, menetap, dan sulit dikeluarkan.

Oleh karena itu Allah ๏ทป berfirman: โ€œDan Kami lenyapkanโ€ โ€” Allah sendiri yang menangani hal ini untuk orang-orang beriman di surga.

โœจ Alangkah baiknya jika kita menyadarinya di dunia ini.

๐Ÿ“š [Dr. โ€˜Uwaidh al-Athawiy, Daqiqah Ma’a al-Qur’an, Sababu as-Sa’aadah]