Allah ﷻ berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Baqarah: 245)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا أَحَدٌ أَصْبَحَ فِي الدُّنْيَا إِلَّا وَهُوَ ضَيْفٌ ، وَمَالُهُ عَارِيَةٌ ، وَالضَّيْفُ مُرْتَحِلٌ ، وَالْعَارِيَةُ مَرْدُودَةٌ

“Tak seorang pun yang ada di dunia ini melainkan hanya seorang tamu dan hartanya hanyalah pinjaman.

Seorang tamu akan pergi dan barang pinjaman akan dikembalikan.”

(Ahmad bin Hanbal, Az-Zuhd, hlm. 225).