Abul ‘Aliyah rahimahullah berkata ketika ia menasehati sebagian sahabatnya :

 تَعَلَّمُوْا الْإِسْلَامَ ، فَإِذَا تَعَلَّمْتُمُوْهُ فَلَا تَرْغَبُوْا عَنْهُ

وَعَلَيْكُمْ بِالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ ، فَإِنَّ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ : اَلْإِسْلَامُ

وَلَا تَنْحَرِفُوْا عَنِ الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ يَمِيْناً وَشِمَالًا

وَعَلَيْكُمْ بِسُنَّةِ نَبِيِّكُمْ

وَإِيَّاكُمْ وَهَذِهِ اْلأَهْوَاءَ الَّتِي تُلْقِي بَيْنَ أَهْلِهَا الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ

“Pelajarilah oleh kalian Islam, lalu apabila kalian telah mempelajarinya, maka janganlah kalian membencinya.

Dan, hedaklah kalian tetap meniti jalan yang lurus, sesungguhnya jalan yang lurus itu adalah Islam.

Dan, janganlah kalian berpaling dari jalan yang lurus itu ke kanan dan ke kiri.

Dan, hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnah Nabi kalian.

Dan, jauhilah oleh kalian keinginan-keinginan (hawa nafsu) ini yang akan melemparkan permusuhan dan kebencian di tengah-tengah para pemiliknya.”

(Ibnu Baththah, Al-Ibanah al-Kubra, 1/338)