Adapun pembicaraan terdahulu adalah berkenaan dengan kalimat tauhid لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ Iaa ilaaha illallah, keutamaannya, maknanya, syarat-syaratnya, serta perkara-perkara penting lainnya yang berkenaan dengannya. Sedangkan pembahasan berikut, kita akan berpindah kepada pembicaraan tentang kalimat ‘subhanallah’ (Mahasuci Allah), dan ia adalah salah satu di antara empat kalimat yang diberi sifat oleh Rasulullah ﷺ sebagai sebaik-baik perkataan dan paling dicintai oleh Allah ﷻ.Ini terdapat dalam sabdanya :

أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Pembicaraan yang paling disukai Allah ada empat; subhanallah, alhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar. ” [1]

Telah berlalu pula bersama kita sejumlah hadits Nabi tentang keutamaan kalimat-kalimat itu serta penjelasan tentang kedudukan tinggi dan posisi paling atas yang dikandung oleh kalimat-kalimat tersebut.

Kalimat ‘subhanallah’-yang merupakan salah satu di antara empat kalimat itu-memiliki urusan yang besar. la termasuk dzikir paling agung yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan termasuk ibadah paling utama yang menyampaikan seseorang kepada-Nya. Telah disebutkan tentang penjelasan keutamaannya, kemuliaannya, dan keagungan kedudukannya, nash-nash yang sangat banyak dalam AI-Kitab dan As-Sunnah. Bahkan apa yang disebutkan tentang itu tidak mungkin dibatasi, karena sangat banyak Iagi beragam.

Lafazh ‘tasbih’ telah disebutkan dalam Al-Qur’an Al-Karim lebih dari delapan puluh kali, dengan penyampaian berbeda-beda dan cara-cara yang bermacam-macam. Terkadang ia disebutkan dalam bentuk perintah seperti pada firman-Nya :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا [الأحزاب: 41-42]

“Wahai orang-orang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah kepadanya pagi dan petang. ” (al-Ahzab : 41-42)

Terkadang dalam bentuk kata kerja lampau, seperti firman-Nya :

﴿سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ [الحشر: 1]

“Telah bertasbih kepada Allah, apa-apa yang di langit dan di bumi, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (Al-Hasyr : 1)

Terkadang pula menggunakan kata kerja dalam bentuk sekarang dan akan datang, seperti firman-Nya :

﴿يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ﴾ [الجمعة: 1]

“Sedang bertasbih untuk Allah, apa-apa yang di langit dan di bumi, Sang Raja, Mahasuci, Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.” (al-Jumu’ah : 1)

Terkadang pula menggunakan bentuk ‘mashdar’ seperfi firman-Nya :

﴿سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (180) وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ (181) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (182)﴾ [الصافات: 180-182]

“Mahasuci Rabbmu pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Salam sejahtera atas para utusan. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. ” (Ash-Shaaffaat : 180-182)

Allah ﷻ telah menyebutkan tasbih sebagai pembukaan bagi delapan surah dalam Al-Qur’an mulia. Allah ﷻ berfirman di awal surah Al-lsraa :

﴿سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ﴾ [الإسراء: 1]

“Mahasuci Allah yang memperjalankan hamba-Nya di malam hari, dari masjidil haram ke masjid Aqsha, yang Kami berkahi di sekitarnya, untuk Kami perlihatkan dari ayat-ayat Kami, sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(al-Israa : 1),

Dan Allah ﷻ berfirman di awal surat an-Nahl :

﴿أَتَى أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ﴾ [النحل: 1]

“Telah datang urusan Allah, janganlah kalian menyegerakannya, Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan. ” (An-Nahl: 1-2),

Dan firman-Nya ﷻ di awal surah Al-Hadid :

﴿سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ [الحديد: 1]

“Telah bertasbih kepada Allah, apa yang di langit dan di bumi, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (Al-Hadid : 1),

Dan firmanNya ﷻ di awal surah Ash-Shaff :

﴿سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ [الصف: 1]

“Telah bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan di bumi, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ash-Shaff: 1),

Dan firmanNya ﷻ di awal surah Al-Jumu’ah :

﴿يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ﴾ [الجمعة: 1]

“Sedang bertasbih bagi Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, Sang Raja, Mahasuci, Maha Perkasa, dan Maha Bijaksana. ” (Al-Jumu’ah: 1),

Dan firman-Nya سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى di awal surah At-Taghabun :

﴿يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴾ [التغابن: 1]

“Sedang bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa di atas segala sesuatu.” (At-Taghabun: 1),

Dan firman-Nya ﷻ di awal surah Al-A’Ia :

﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى (1) الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى (2) وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى (3) وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى (4) فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَى (5)﴾ [الأعلى: 1-5]

“Batasbihlah dengan menyebut nama Rabbmu yang Mahatinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (ciptaan), yang menetapkan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, yang menumbuhkan rerumputan, lalu menjadikannya kering dan kehitam-hitaman. (Al-A’la: 1-5)

Sebagian ahli ilmu [2] berkata, “Tasbih disebutkan dalam Al-Qur’an sekitar tiga puluh jenis. Enam di antaranya untuk para malaikat, sembilan untuk nabi kita Muhammad ﷺ, empat untuk selainnya di antara para nabi, tiga untuk hewan dan benda-benda mati, tiga untuk orang-orang Mukmin secara khusus, dan enam untuk semua yang ada.”

Adapun untuk para malaikat di antaranya firman Allah ﷻ :

﴿الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا﴾ [غافر: 7]

“Mereka yang membawa Arsy dan yang disekitarnya, mereka bertasbih memuji Rabb mereka, beriman kepada-Nya, dan memohonkan ampunan untuk orang-orang beriman.” (Ghafir : 7),

Dan firman-Nya ﷻ :

﴿فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ﴾ [فصلت: 38]

“Apabila mereka takabur, maka mereka yang berada di sisi Rabbmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang, dan mereka tidak pernah bosan. ” (Fushshilat : 38),

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ (19) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ (20)﴾ [الأنبياء: 19-20]

“Dan bagi-Nya siapa yang di langit dan bumi, dan siapa yang berada di sisi-Nya tidaklah takabur dari beribadah kepada-Nya, dan mereka tidak merasa letih. Mereka bertasbih kepada-Nya pada malam maupun siang, dan mereka tidak pernah berhenti. ” (Al-Anbiyaa’ : 19-20),

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ (165) وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ (166)﴾ [الصافات: 165-166]

“Sungguh kami benar-benar bershaf-shaf, dan sungguh kami benar-benar bertasbih.” (Ash-Shaaffaat : 165-166)

Adapun untuk Nabi kita ﷺ, di antaranya firman Allah ﷻ :

﴿فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ (98) وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ (99)﴾ [الحجر: 98-99]

“Bertasbihlah memuji Rabbmu dan jadilah termasuk mereka yang bersujud. Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu AI-Yaqin (kematian). ” (Al-Hijr: 98-99)

﴿وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا﴾ [الإنسان: 26]

“Dan di sebagian waktu malam, bersujudlah kepada-Nya, dan bertasbihlah untuk-Nya sepanjang malam. ” (Al-lnsan: 26),

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا﴾ [النصر: 3]

“Bertasbihlah memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepadaNya, sungguh Dia Maha penerima taubat. ” (An-Nashr : 3)

Adapun untuk para nabi, yaitu firman Allah ﷻ kepada Zakariya عَلَيْهِ السَّلَامُ :

﴿وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ﴾ [آل عمران: 41]

“Dan bertasbihlah di waktu sore dan pagi hari. ” (Ali-Imran: 41),

Dan firman-Nya ﷻ tentang Zakariya sehubungan wasiatnya kepada kaumnya agar senantiasa memelihara tasbih :

﴿فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا﴾ [مريم: 11]

“Dia mewahyukan kepada mereka agar bertasbih pagi dan sore hari.” (Maryam: 11),

Dan firman Allah ﷻ tentang Yunus عَلَيْهِ السَّلَامُ ketika dia diselamatkan dari kegelapan laut dan perut ikan karena keadaannya yang konsisten bertasbih :

﴿فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ (143) لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (144)﴾ [الصافات: 143-144]

“Kalaulah bukan karena ia termasuk orang-orang bertasbih, niscaya dia akan tinggal dalam perut (ikan itu) hingga hari dibangkitkan. ” (Ash-Shaffaat : 143-144)

Adapun untuk orang-orang beriman, maka ia adalah firman Allah ﷻ :

﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)﴾ [الأحزاب: 41-42]

“Wahai orang-orang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah kepadanya pagi dan petang. ” (Al-Ahzab: 41-42),

Dan firman Allah ﷻ :

﴿إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ﴾ [السجدة: 15]

“Hanya saja yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, adalah mereka yang bila diingatkan dengan ayat-ayat Kami, niscaya mereka tersungkur sujud dan bertasbih memuji Rabb mereka, dan mereka tidaklah menyombongkan diri. ” (As-Sajdah: 15),

Dan firman Allah ﷻ :

﴿فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ﴾ [النور: 36-37]

“Di rumah-rumah yang Allah izinkan ditinggikan dan disebut padanya nama-Nya, bertasbih kepadanya pada pagi dan petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan tidak pula jual beli dari dzikir pada Allah dan menegakkan shalat. ” (An-Nur: 36-37)

Adapun yang berkenaan dengan hewan dan benda-benda mati, di antaranya firman Allah ﷻ :

﴿تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا﴾ [الإسراء: 44]

“Bertasbih untuknya langit yang tujuh dan bumi serta siapa yang ada padanya, dan tidak ada sesuatu melainkan bertasbih memuji-Nya, akan tetapi kamu tidak memahami tasbih mereka, sungguh Dia Maha Penyantun dan Maha Pengampun.” (AI-Israa : 44),

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ (18) وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ (19)﴾ [ص: 18-19]

“Sungguh Kami menundukkan gunung-gunung bersamanya, mereka bertasbih sore dan waktu terbit matahari, dan burung-burung dikumpulkan, semuanya bertaubat kepada-Nya.” (Shaad: 18-19),

Dan firman Allah ﷻ:

﴿أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ﴾ [النور: 41]

“Tidakkah engkau perhatikan bahwa Allah bertasbih kepada-Nya siapa yang ada di langit dan bumi serta burung-burung mengembangkan sayapnya, semua telah mengetahui shalatnya dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang mereka lakukan. ” (An-Nur: 41)

Sedangkan yang untuk makhluk secara umum, di antaranya adalah firman Allah ﷻ:

﴿سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ﴾ [الحشر: 1]

“Telah bertasbih kepada Allah, apa-apa yang di langit dan di bumi, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ” (Al-Hasyr : 1)

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ﴾ [التغابن: 1]

“Sedang bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi, bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa di atas segala sesuatu.” (At-Taghabun: 1),

Allah ﷻ telah menyebutkan lafazh ‘subhanallah’ (Mahasuci Allah) dalam Al-Qur’an di dua puluh lima tempat, masing-masing darinya mencakup penetapan suatu sifat di antara sifat-sifat pujian, atau penafian suatu sifat di antara sifat-sifat celaan. [3] Di antaranya adalah firman Allah ﷻ:

﴿سُبْحَانَهُ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ﴾ [البقرة: 116]

“Mahasuci Dia, bahkan bagi-Nya apa yang di langit dan di bumi, semuanya tunduk kepada-Nya.” (Al-Baqarah: 116),

Dan firmanNya ﷻ:

﴿سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (180) وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ (181) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (182)﴾ [الصافات: 180-182]

“Mahasuci Rabbmu, pemilik kemuliaan, dari apa yang mereka sifatkan, salam sejahtera atas para utusan, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.” (Ash-Shaaffaat : 180-182)

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ﴾ [الطور: 43]

“Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (ath-Thuur : 43)

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ (17) وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ (18)﴾ [الروم: 17-18]

“Mahasuci Allah ketika kamu berada di sore hari dan ketika kamu berada di pagi hari. Baginya segala puji di langit dan di bumi pada waktu sore dan ketika kamu berada di tengah hari.” (Ar-Rum: 17-18),

Dan firman Allah ﷻ:

﴿سُبْحَانَ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ﴾ [الزخرف: 82]

“Mahasuci pemilik langit dan bumi, pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan. ” (Az-Zukhruf: 82),

Dan firman-Nya ﷻ:

﴿دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ﴾ [يونس: 10]

“Seruan mereka padanya Mahasuci Engkau ya Allah, dan penghormatan mereka padanya adalah salam. ” (Yunus: 10)

Sungguh nash-nash Al-Qur’an yang mulia ini dan yang semakna dengannya dalam kitab Allah, merupakan petunjuk paling jelas tentang agungnya kedudukan tasbih, kebesaran urusannya dalam agama, dan ia termasuk di antara dzikir-dzikir yang disyariatkan yang paling mulia, serta termasuk yang paling bermanfaat di antara ibadah-ibadah mendekatkan diri kepada Allah Mahasuci bagi Dzat yang telah melimpahkan nikmat kepada hamba-hambaNya, menuliskan rahmat atas diri-Nya, Mahasuci dan segala puji untuk-Nya sebanyak ciptaanNya, sebesar keridhaan diri-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sejumlah kalimat-kaIimatNya.

Insya Allah kita akan lanjutkan dengan penjelasan keutamaan tasbih serta kedudukannya, dari sela-sela apa yang disebutkan tentang itu, dari hadits Rasulullah ﷺ yang telah meninggalkan umatnya di atas cahaya terang benderang, jalan yang jelas lagi cerah. Sungguh beliau ﷺ adalah manusia yang paling tahu tentang Allah, paling bertakwa kepada-Nya, lebih banyak tasbihnya, pengkultusan, dan pensuciannya terhadap Rabbnya, semoga shalawat Allah, malaikat-maIaikatNya, para nabi dan rasul-Nya, serta orang-orang yang shalih di antara hamba-hambaNya, dilimpahkan kepada-Nya, dan kepada keluarganya, serta sahabatnya, dan semoga dianugerahkan salam yang sebanyak-banyaknya.

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Sumber :

Fiqhu al-Ad-‘iyyah Wa al-Adz-kar, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin al-Abbad al-Badr, 1/160-163.

Catatan :

[1] Shahih Muslim, No.2137.

[2] Lihat Basha’ir Dzawi Tamyiiz karya Fairuz Abadi, 2/285, dan seterusnya.

[3] Lihat Basha’ir Dzawi Tamyiiz karya Fairuz Abadi, 3/176.