Surat Thaahaa mengandung sejumlah tujuan. Yang paling besar ialah menyebutkan pokok-pokok kebahagiaan.
Surat ini dibuka dengan firman Allah ﷻ:
طه (1) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (2)
“Thaahaa. Kami tidak menurunkan al-Qur’an ini kepadamu agar kamu sengsara. (Qs. Thaahaa: 1-2)
Kemudian Allah ﷻ menyebutkan rincian kebahagiaan yang berlipat ganda, seperti bertauhid (meng-esakan Allah), berdakwah dan banyak berzikir.
Lalu pada bagian akhirnya Allah ﷻ menyebutkan kunci kebahagiaan secara global.
Allah ﷻ berfirman,
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى (123) وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124)
Maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta (Qs. Thaahaa: 123-124)
[Dr. Muhammad al-Hamd, Khawathir, 228]





