Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (Fushshilat: 33)
Alangkah banyaknya apa yang kita katakan. Meskipun demikian, Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman memberikan bimbingan kepada kita,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (Fushshilat: 33)
Yakni, tak seorang pun yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Ini mencakup semua orang.
Karena itu, sejak hari ini, hendaknya kita selalu mencari apa yang kita katakan, apakah di dalamnya ada sesuatu yang mengandung seruan kepada jalan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى?
Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى tidak membatasi seorang pun secara personal, bahkan Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah …”
Karena itu, haruslah dalam ucapan dan perkataan-perkataan itu ada bagian dari dakwah (seruan) kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. Dan, ini termasuk amal yang paling utama, karena Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menjadikannya sebagai sesuatu yang terbaik dan paling bermanfaat.
(Prof. Dr. ‘Uwaidh bin Hamud al-‘Athawi, ad-Dakwah Ilallah dalam Daqiqatun Ma’a al-Qur’an)



