Abu Sa’adat al-Mubarak bin Muhammad al-Jazari rahimahullah berkata, “Dikatakan, musibah, mashubah dan mushabah… Yaitu, perkara yang tidak disukai (jiwa) yang menimpa insan.” (An-Nihayah Fii Ghariibi al-Atsar, 3/119).

Jadi, musibah merupakan hal yang tidak disuka oleh jiwa manusia. Namun, ada yang terlupa bahwa musibah bisa berubah menjadi ladang pahala. Bahkan, menjadi peluang untuk meraih ganti yang lebih baik dariNya.

Nabi tercinta ﷺ bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali), Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku). Melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya dan memberikan ganti kepadanya yang lebih baik dari musibah yang menimpanya”. (HR. Muslim, no. 918)

Karenanya, jangan lupa! Saat musibah menyapa Anda kapan saja, ucapkan seperti yang diajarkan Nabi kita, niscaya Anda panen pahala dan mendapatkan ganti yang lebih baik dariNya ﷻ.