Allah ﷻ berfirman tentang diri-Nya bahwa Dia ﷻ adalah:
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
“Pemilik hari pembalasan.” (al-Fatihah : 4)
Dia ﷻ berfirman,
يَوْمِ الدِّينِ
“hari pembalasan”
Dia ﷻ tidak berfirman,
مَالِكِ الدِّينِ
“Pemilik pembalasan”
Hal demikian itu untuk memberikan pengertian kepada kita bahwa “Balasan yang Sempurna atas Amal Hamba” itu memiliki hari yang diistimewakan atas semua hari-hari. Dan, hari pembalasan yang sempurna atas amal itu adalah pada hari dimana setiap orang akan menemui amalnya dan diberikan kepadanya balasannya secara sempurna.
(Muhammad Rasyid Ridha, Tafsir al-Manar, 1/46)
Hari itu adalah “hari Kiamat.”
Allah ﷻ berfirman:
وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.” (al-Jatsiyah : 28)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.” (Ali Imran : 185)
الْيَوْمَ تُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ
“Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini.” (Ghafir : 17)



