Termasuk sesuatu yang sangat baik untuk sering kita minta kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى adalah meminta kepada-Nya agar kita takut kepadaNya.

Nabi kita Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, orang yang paling takut kepadaNya, memberikan keteladanan kepada kita dalam salah satu penggalan doanya. Beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berdoa,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَكَلِمَةَ الْعَدْلِ وَالْحَقِّ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar aku takut kepadaMu dalam keadaan tak terlihat maupun terlihat. (Dan aku memohon kepadaMu agar aku dapat mengucapkan) kata-kata yang adil dan benar saat marah dan saat ridha.” (HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya, no. 1971)

Alangkah bagusnya pesan tertulis Ibnu Sammak al-Wa’idz teruntuk saudaranya, yang berbunyi,

“Maka aku wasiatkan kepadamu untuk selalu bertakwa kepada Allah yang selalu melihat rahasia batinmu dan mengawasi lahiriahmu, jadikanlah Allah selalu di dalam hatimu setiap saat, takutlah kepada Allah sesuai dengan kedekatanNya darimu dan kekuasaanNya terhadapmu. “

(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)