Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas mentaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (al-Bayyinah: 5)

Muhammad bin Abdi Rabbih mengatakan, ‘Aku pernah mendengar Fudhail bin Iyadh رَحِمَهُ اللهُ mengatakan,

تَرْكُ الْعَمَلِ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ رِيَاءٌ وَالْعَمَلُ مِنْ أَجْلِ النَّاسِ شِرْكٌ وَالْإِخْلَاصُ أَنْ يُعَافِيَكَ اللهُ عَنْهُمَا

“Meninggalkan suatu amal karena manusia adalah riya dan beramal karena manusia adalah syirik, sedangkan ikhlash adalah Allah menyelamatkan dirimu dari dua hal itu (mengerjakan atau meninggalkan sesuatu karena manusia).”

📚 (Abu Bakar Ahmad bin al-Husain al-Baihaqi, Syu’abul Iman, 5/347)