Dari Ummu Darda radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Abu Darda radhiyallahu ‘anhu (suaminya) pernah shalat malam lalu manangis sembari berdoa,

“Ya Allah, Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka perbaguslah akhlakku.’ Hingga pagi.

Lalu aku bertanya, ‘Wahai Abu Darda, mengapa doamu semalaman cuma tentang kebagusan akhlak ?’

Beliau menjawab, ‘Wahai Ummu Darda, sesungguhnya jika akhlak seorang muslim bagus, maka kebagusan akhlaknya akan memasukkannya ke dalam Surga, dan bila akhlaknya buruk maka keburukan akhlaknya akan memasukkannya ke dalam neraka.

(Beliau melanjutkan perkataannya) ‘Sesungguhnya seorang hamba yang muslim akan diampuni padahal dia sedang tidur.’

Ummu Darda melanjutkan, aku bertanya, ‘Mengapa bisa demikian wahai Abu Darda ?’

Beliau menjawab, ‘Saudaranya bangun pada malam hari, lalu melaksanakan shalat Tahajud, kemudian dia berdoa kepada Allah, dan Dia pun mengabulkannya, lalu dia juga mendoakan saudaranya dan Allah pun juga mengabulkannya’.”

(Ahmad bin Hanbal, az-Zuhd, hal. 191)