Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ berkata, “Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ sering memanjatkan doa,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lapar, karena kelaparan adalah seburuk-buruk teman yang menyertai. Dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat. Karena ia adalah teman karib yang paling buruk.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

  • Doa ini memuat permintaan perlindungan dari lapar yang merupakan teman berbaring (yang selalu menyertai) yang paling buruk. Yaitu rasa lapar yang membuat seseorang tidak mampu menunaikan kewajibannya, dan mengharuskannya bergantung pada orang lain. Nabi berdoa, meminta perlindungan dari lapar, karena dampaknya sangat buruk dan kentara terhadap kekuatan seseorang, baik kekuatan fisik maupun batin.
  • Doa ini juga memuat permintaan perlindungan dari khianat, baik khianat terhadap hak Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى maupun terkait hak sesama hamba. Karena ia adalah seburuk-buruk sifat dan perilaku batin seseorang, bahkan merupakan pertanda kemunafikan.

(Aunul Ma’bud, 4/406 dan Syuruh Sunan Ibni Majah, 1246)