Allah Subhanahu wa Ta’ala berfriman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (al-Isra’ : 36)

Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya orang mukmin adalah seorang tawanan di dunia yang berusaha untuk melepaskan belenggunya.

Dia tidak merasa aman sedikitpun hingga bertemu Allah Azza wa Jalla.

Dia tahu bahwa pendengaran, penglihatan dan anggota badannya akan dimintai pertanggungjawabannya.”

(Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 3/24-235)