Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (al-A’raf : 205)

Abu al-Mundzir Ismail bin Umar mengatakan, ‘Aku pernah mendengar Abu Abdurrahman al-Umariy rahimahullah seorang yang zuhud mengatakan :

“Sesungguhnya di antara kelalaianmu atas dirimu sendiri adalah berpalingnya engkau dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika engkau melihat sesuatu perkara yang membuat-Nya murka namun engkau melanggarnya.

Engkau tidak memerintahkan yang makruf dalam perkara itu dan tidak pula mencegah yang mungkar karena takut kepada sesuatu yang tidak mampu memberi bahaya dan manfaat terhadapmu.”

(Abu Nu’aim Ahmad bin Abdillah al-Ashbahaniy, Hilyatul Auliya Wa Thabaqatu al-Ashfiya, 8/284)