Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63)
“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.” (Yunus : 62-63)
Syumaith رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى berkata :
“Sesungguhnya wali-wali Allah lebih mengutamakan ridha Allah Ta’ala daripada keinginan nafsunya.
Sering kali mereka memaksa diri mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai nafsunya demi mendapat ridha Rabb mereka.
Sehingga -Demi Allah- mereka sukses dan berhasil.
Sedangkan orang munafik, dia menyembah hawa nafsu, perut, kemaluan, dan kulitnya, serta menyembah dunia dan orang-orang yang memburunya.”
(Ibnul Jauzi, Shifatu ash-Shafwah, 3/343)



