Allah ﷻ berfirman:

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ

“Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu.” (QS. An-Nisā’ : 123)

Setiap kezaliman dan kemaksiatan memiliki konsekuensi. Seorang hamba bisa saja mengira dirinya aman karena tubuhnya sehat dan hartanya tetap bertambah. Namun, tidak semua hukuman tampak dalam bentuk sakit, musibah, atau kehilangan harta.

Terkadang hukuman itu berupa:

Hati yang semakin keras.
Sulit menerima nasihat.
Hilangnya kelezatan ibadah.
Terhalang dari kebaikan.
Tidak menyadari kesalahan dan dosa yang dilakukan.

Bahkan, ketidakmampuan seseorang untuk merasakan bahwa dirinya sedang dihukum akibat dosa-dosanya merupakan bagian dari hukuman itu sendiri.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

“Terkadang pelaku maksiat merasa bahwa tubuh dan hartanya bebas dari masalah, sehingga ia menganggap tidak ada hukuman yang menimpanya. Padahal, ketidakmampuan merasakan adanya hukuman yang menimpa adalah hukuman.”

(Shaidul Khathir, hlm. 52)

Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari kezaliman dan kemaksiatan, serta memberikan taufik untuk segera bertaubat sebelum datang hukuman yang lebih berat di dunia maupun di akhirat.

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Ya Rabbi! Ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”