Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى telah meletakkan sebuah kaidah sebagai kesempurnaan mukjizat bagi firmanNya yang menyebutkan,
يَابَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ [الأعراف: 31]
“Hai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid. Makan dan minumlah dan jangan berlebihan. Sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (al-A’raf : 31)
Inilah kaidah yang benar dan luas yang telah ditetapkanNya:
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Janganlah berlebihan; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
Pada bagian ini, kami akan menjelaskan beberapa hal terkait kaidah tersebut.
Pangan dalam Pandangan Al-Quran
Dalam tinjauan al-Quran, pangan adalah unsur yang tak terbatas. Mengenai makanan alquran menyerukan,
يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ [البقرة: 168]
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (al-Baqarah : 168)
Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menjadikan naluri manusia menyukai makanan. Kita juga dikaruniai rasa nikmat dan lezat saat menyantapnya. Kita pun diingatkan dengan rasa lapar melalui pencernaan kita.
Namun, kelezatan atau kenikmatan makanan dan minuman bukanlah tujuan. Justru orang-orang yang hidup hanya untuk menikmati makanan dan minuman itu diserupakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى dengan binatang, di samping sebagai salah satu sifat orang-orang kafir yang menentang, sebagaimana firmanNya,
وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ [محمد: 12]
“Adapun orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan-makan (di dunia) seperti halnya hewan-hewan. Nerakalah tempat tinggal bagi mereka.” (Muhammad : 12)
Sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Adapun orang-orang yang kufur bersenang-senang dan makan-makan (di dunia) seperti halnya hewan-hewan. Nerakalah tempat tinggal bagi mereka.
Dengan naluri tersebut tujuan makan sejatinya adalah membentuk tubuh, mengganti jaringan-jaringan sel yang rusak, memberi energi untuk menjaga panas tubuh dan memelihara organ-organ dalam menjalankan fungsinya.
Tidak Berlebihan dalam Menyantap Makanan dan Minuman
Tidak berlebihan merupakan sikap bernilai paling tinggi. Tidak berlebihan juga merupakan tujuan ayat al-Quran.
وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ [الأعراف: 31]
“Janganlah berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (Al A’raf : 31)
Ayat ini menyebutkan kepada kita untuk menikmati makanan dan minuman, namun ujungnya langsung memberi peringatan agar kita tidak makan dan minum secara berlebihan.
Sebagaimana kita ketahui, sikap sederhana dan tidak berlebihan dapat kita lihat dalam kehidupan Nabi dan para sahabat. Namun, di samping melarang berlebihan dalam makanan, syariat juga memperingatkan agar tidak kikir, bahkan melarang orang berpuasa berhari-hari dan terus menerus tanpa berbuka.
Ketajaman mengenai penjelasan sikap tidak berlebihan dalam hal makanan dan minuman ini terlihat dengan jelas dalam hadis Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ beliau menyatakan,
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسَبِ ابْنِ آدَمَ أُكَيْلَاتٍ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
“Tidaklah seorang manusia menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk apabila memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya, sehingga mau tidak mau dia menjadikan sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas.” [1]
Sikap Berlebihan
Pada dasarnya kebutuhan manusia normal terhadap zat-zat makanan seperti gula, lemak, protein, vitamin, dan mineral berbeda-beda sesuai dengan jenis kelamin, pekerjaan dan kondisi naluriahnya. Pria dewasa berusia 30-50 tahun membutuhkan 20-26 gram protein, sedikitnya 100 gram gula, sejumlah lemak untuk memenuhi kebutuhan 20% kalori setiap harinya, dan sejumlah vitamin dan mineral yang tidak bisa diuraikan secara detail pada bagian ini.
Yang dimaksud berlebihan dalam hal makanan adalah mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar di luar yang dibutuhkan tubuh manusia.
Penyebabnya antara lain adalah sikap rakus, bosan seperti yang terjadi pada anak, ketergantungan terhadap makanan tertentu atau faktor kebiasaan. Sikap rakus ini adakalanya bersifat alami atau naluriah seperti yang terjadi pada wanita hamil atau orang sakit.
Banyak sikap rakus dan berlebihan dalam hal makanan dan minuman dapat digambarkan dalam beberapa hal berikut.
Pertama, bahaya terhadap organ pencernaan seperti gagal cerna, makanan sulit dicerna, lambung membesar, yang mengakibatkan seseorang gelisah.
Kedua, konsumsi makanan dalam jumlah besar adakalanya menyebabkan beberapa gejala sebagai berikut.
1-Serangan jantung, khususnya jika makanan yang dikonsumsi sarat dengan lemak. Gejala serangan jantung adalah rasa sakit yang amat sangat di belakang rongga dada yang menjalar ke bahu, siku kiri dan rahang bawah akibat berkurangnya aktivitas jantung. Biasanya serangan jantung dialami orang-orang yang menderita penyakit pembuluh jantung, terutama bila si penderita terlalu capek. Selain itu, makanan yang terlalu banyak juga mengakibatkan jantung mendapat beban terlalu berat dan harus bekerja keras.
2-Konsumsi makanan berlebihan akan mengakibatkan seseorang rentan terserang kuman, kolera, demam dan binatang amoeba. Hal itu disebabkan oleh makanan yang tidak dicerna secara sempurna, sehingga terjadi peradangan karena kekurangan asam lambung. Sebab, asam lambung lah yang berfungsi melawan berbagai serangan kuman.
3-Pembesaran perut.
Kondisi ini berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian jika tidak segera diatasi.
4-Penyakit usus menggulung.
Penyakit ini berbahaya dan langka akibat gerakan menggulung atau membaliknya usus setelah penuh dengan makanan.
5-Kulit perut yang penuh makanan lebih rentan mengalami keretakan.
Hal itu terjadi karena perut semula kosong. Bahkan, tak jarang perut yang terlalu penuh dengan makanan akan menyebabkan seseorang mengalami kematian mendadak karena bagian atas perut terdesak boleh makanan.
Ketiga, konsumsi makanan dan minuman berlebihan juga berbahaya terhadap pernapasan dan menurunkan kemampuan daya pikir.
Perut yang terlalu penuh juga berdampak kepada sesaknya pernapasan, bekunya pikiran, dan cenderung mengantuk dan banyak tidur.
Pantas luqman al-Hakim berpesan kepada putranya, “Anakku, jika perut penuh, pikiran jadi tidur, hikmah jadi bisu, dan anggota tubuh dapat beribadah.”
Selain itu, sikap berlebihan dalam konsumsi makanan juga bisa menambah nafsu seksual. Saat itulah kita akan melihat sifat rakus dapat mengubah nafsu manusiawi menjadi nafsu hewani.
Bahaya Terbesar dari Makan Berlebihan
1-Kegemukan (obesitas), yaitu penyakit berbahaya yang umumnya dapat kita temukan pada anak-anak orang kaya dan anak-anak orang malas.
Temuan ini disebabkan terlalu banyak makanan, khususnya makanan yang mengandung gula dan lemak, yang khususnya dialami oleh mereka yang memiliki kelebihan makanan.
Kegemukan pada dasarnya adalah penyakit yang dapat menurunkan kemampuan aktivitas seseorang. Di samping itu, kegemukan juga biasanya disertai beberapa penyakit berbahaya lainnya, seperti kematian otot jantung, serangan jantung, diabetes dan penyumbatan saluran darah.
Saat ini, semua itu sudah merebak di masyarakat yang berkecukupan dalam hal makanan dan minuman.
2-Gigi keropos.
Penyakit ini juga sudah menyebar akibat terlalu banyak makan gula buatan.
3-Batu ginjal.
Sebagaimana diketahui penyakit ini lebih banyak dialami oleh orang-orang yang banyak mengonsumsi daging, susu, dan keju.
4-Penyumbatan saluran darah.
Ini adalah penyakit berbahaya yang umumnya dialami oleh orang-orang yang mengkonsumsi makanan berlemak dalam jumlah banyak. Akibatnya, mereka juga akan mengalami kelebihan lemak darah.
5-Penyakit sengal atau encok, yakni penyakit persendian yang timbul akibat tekanan berat, khususnya pada telapak kaki dan ibu jari. Penyakit ini umumnya diderita oleh mereka yang mengonsumsi daging dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan jumlah besar masyarakat di berbagai negara yang tidak memperoleh asupan makanan, namun mereka menderita satu atau lebih penyakit yang disebabkan oleh makanan khususnya anak-anak.
Prediksi dunia menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan makanan adalah kematian pada anak-anak.
Pantas jika Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى mengisyaratkan dalam al-Quran untuk selalu mengonsumsi makanan yang baik dan mengharamkan makanan yang buruk. Pada saat yang sama, Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى telah memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka. Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى juga telah menjadikan makanan yang baik sebagai pelindung dari berbagai penyakit berbahaya dan berbagai bahaya yang dialami manusia. Inilah ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi tertinggi.[2]
Wallahu A’lam
(Redaksi)
Sumber :
Al-I’jaz al-ilmi fi at-Tasyri’ al-islami, Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad, ei, hal.13-20.
[1] Musnad Ahmad,jilid 4, Halaman 132
[2] Abad al Hamid Diyab dan Ahmad Qarkuz, Ma’a ath-Thib Alquran Al-Karim.




