Dari Ma’an bin Yazid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Bapakku Yazid mengeluarkan beberapa dinar untuk bersedekah, dia memberikannya kepada seorang laki-laki di masjid.

Lalu, aku datang mengambilnya dan membawanya kepadanya.

Dia (ayahku) berkata (kepadaku), ‘Demi Allah bukan kamu (wahai Nak) yang aku inginkan’.

Lalu, aku mengadukan hal ini kepada Rasulullah ﷺ.

Maka, beliau bersabda (kepadaku dan kepada ayahku),

لَكَ مَا نَوَيْتَ يَا يَزِيدُ وَلَكَ مَا أَخَذْتَ يَا مَعْنُ

“Untukmu apa yang kamu niatkan wahai Yazid dan engkau wahai Ma’an, untukmu apa yang kamu ambil.”

(HR. al-Bukhari)

Pelajaran :

Dalam sabda Nabi ﷺ, “Untukmu apa yang kamu niatkan wahai Yazid” menunjukkan bahwa amal itu tergantung niatnya dan bahwa seorang insan bila berniat kebaikan niscaya akan didapatkannya.

Dan juga merupakan dalil yang menunjukkan bahwa seseorang akan dicatatkan untuknya pahala atas apa yang diniatkannya, sekalipun perkara yang terjadi berbeda dengan apa yang diniatkannya.

(Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Syarh Riyadhusholihin, 1/40)