Imam Asy-Syafi’ rahimahullah berkata:
“Aku pernah bergaul bersama orang-orang sufi. Namun, aku tidak mendapatkan manfaat sedikit pun dari mereka melainkan hanya dua kalimat saja. Di mana aku mendengar mereka berkata,”
اَلْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ
“Waktu adalah pedang. Jika kau mampu mengendalikannya (maka bagimu kebaikan), namun jika kau tak mampu menguasainya, niscaya waktu itu yang akan membinasakanmu.”
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلْتَهَا بِالْحَقِّ وَإِلَّا اِشْتَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ
“Dan apabila hatimu tidak disibukkan dengan kebenaran, niscaya kebatilanlah yang akan menyibukkannya.”
(Al-Jawab al-Kafi Liman Sa-ala ‘An ad-Dawa-i asy-Syaa-fi, hal. 109)




