Seorang penyair berkata:
Sesungguhnya sebagian ungkapan itu
memerlukan seni berbicara
maka pendengaran pun memerlukan seni pula.
Ibnul Muqaffa mengatakan,
“Pelajarilah cara mendengar yang baik, sebagaimana kamu mempelajari cara berkata yang baik.
Di antara bentuk sikap mendengar yang baik adalah membiarkan orang yang berbicara untuk terus berbicara hingga ia selesai berbicara.
Selain itu adalah dengan tidak banyak menoleh ke arah samping, melainkan menatap ke arah wajah orang yang berbicara dan memandangnya, serta menyimak dengan penuh perhatian apa yang dibicarakan. (Ushulu al-Hiwar, hal. 46-47)
Sungguh indah jika setiap pasangan mendengar ucapan manis dan benar, dengan cara yang lembut, penuh dengan etika dan kasih sayang, serta menghindari ucapan yang keliru dan tidak pantas sehingga akan memancing emosi pasangan, sehingga masing-masing pasangan pun akan semangat untuk menyimak ucapan pasangannya itu semampunya.
Demikianlah, dia merasa menikmati sesuatu yang nikmat baginya, seolah-olah kenikmatan itu mengalir dari sumber mata air yang bersih, yang dapat menghidupkan perasaan cinta dan menyucikan jiwa.
(Haa-Kadza Yablugh al-Hubb Bainahuma; Daliluka ilaa as-Sa’aadah az-Zaujiyah, e.id, 319)




