Yusuf bin Asbaath rahimahullah berkata :
“Muhammad bin Samuroh as-Saaih pernah menulis surat kepada saya, berikut isi suratnya :
“Saudaraku, hati-hatilah dirimu dari senang menunda-nunda perkara yang bisa kamu kerjakan yang terlintas di dalam hatimu, karena sesungguhnya akan membikin lemah dan menjadikan tidak bergairah, suka menunda akan memutus harapan.
Jika dirimu berusaha untuk mengerjakan apa yang terlintas pada dirimu, maka engkau telah mampu mengalahkan hawa nafsumu dan juga mampu mengarahkan kemauanmu secara sempurna, mengembalikan semangat dari rasa penat yang terasa di badanmu, yang bila engkau tengok kembali seakan-akan dirimu tidak bisa memberi manfaat sama sekali (dengan kepenatan tersebut).
Bersegeralah -saudaraku- untuk mengerjakanya karena jika tidak engkau yang akan dilangkahi olehnya.
Cepat-cepatlah, karena sesungguhnya engkau sedang berlomba dengannya.
Bersungguh-sungguhlah karena perkaranya membutuhkan kesungguhan.
Bangunlah dari tidur panjangmu.
Sadarlah dari kelalaianmu.
Ingatlah apa yang telah berlalu darimu, kekuranganmu (dalam beribadah), menyepelekan perintah, perbuatan dosa, dan maksiat, sesungguhnya itu semua telah tercatat dan tetap (di sisi Allah ﷻ).”
[al-Hafidz Khatib al-Baghdadi, “Iqtidho’ul Ilmi al-Amal”, hal. 114].





