Setiap orang yang mengharapkan sesuatu, maka pada dirinya akan muncul perasaan takut kehilangan apa yang ia harapkan. Ia akan berusaha menempuh jalan untuk mendapatkan apa yang ia harapkan.

Bila takut kehilangan apa yang ia harapkan, maka ia akan segera berupaya agar tidak terluputkan dari apa yang ia harapkan.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ خَافَ أَدْلَجَ، وَمَنْ أَدْلَجَ بَلَغَ الْمَنْزِلَ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ

“Barangsiapa khawatir disergap musuh di waktu sahur, dia akan menghindarkan diri sejak awal malam. Barangsiapa yang berusaha menyelamatkan dirinya sejak awal, ia akan sampai kepada tempat tinggalnya. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, barang dagangan Allah itu adalah surga.” (HR. at-Tirmidzi)

Sebagaimana Allah ﷻ telah memberi harapan kepada orang-orang yang mengerjakan amal shalih, demikian pula Ia memberi rasa takut kepada mereka.

Maka, ketahuilah bahwa harapan dan rasa takut yang bermanfaat adalah yang disertai amal shalih.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُوْنَ.

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُوْنَ.

وَالَّذِيْنَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لاَ يُشْرِكُوْنَ.

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَا آتَوْا وَقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُوْنَ.

أُولَئِكَ يُسَارِعُوْنَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُوْنَ

❝Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (adzab) Rabb mereka.

Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka.

Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Rabb mereka (sesuatu apa pun).

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Rabb mereka.

Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.❞

(Al-Mukminun: 57–61)

[Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ad-Da`u wad Dawa` (ei), hal. 46]