Tidak usah berharap sanjungan dari makhluk yang sanjungannya tidak menghiasi Anda, dan tidak usah takut celaan makhluk yang celaannya tidak menodai Anda.

Berharaplah pujian Allah yang pujian-Nya adalah perhiasan seluruhnya, dan takutlah kepada Allah yang celaan-Nya adalah keburukan seluruhnya.

Sementara Anda tidak bisa melakukan hal itu kecuali dengan sabar dan yakin. Bila Anda kehilangan dua perkara ini, maka Anda seperti seseorang yang hendak melakukan safar menyeberangi lautan tanpa perahu.

Allah ﷻ berfirman:

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

“Maka bersabarlah engkau, karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkanmu.” (Qs. ar-Ruum: 60)

[Dr. Ahmad bin Utsman al-Mazyad, Mukhtashar al-Fawaid, e.i, hal. 102]