“Ketika azan shalat berkumandang, maka setan lari hingga terkentut-kentut dan suara azan tak lagi terdengar olehnya. Usai azan, ia kembali datang.

Ketika shalat sunnah ditunaikan, setan kembali pergi. Usai shalat sunnah, ia datang lagi untuk mengacaukan manusia dengan nafsunya. Ia membisikkan, ‘Ingat ini dan ingat itu’.

Maksudnya mengingat sesuatu yang belum pernah diingatnya, sampai-sampai manusia yang sedang shalat itu tidak tahu sudah berapa rakaat shalatnya.”

📌 Penjelasan Ibnu ‘Abd al-Barr:

“Para ahli tafsir dan ahli bahasa tak berbeda pendapat bahwa yang dimaksud setan membisiki hati manusia adalah menebarkan keraguan di hati mereka. Perasaannya dibuat ragu dan pikirannya dibuat sibuk mengingat perkara dunia serta lalai mengingat Allah.”

(at-Tamhiid, 18/307)

📚 Sumber:
Prof. Dr. Mabruk ‘Athiyyah, Fatawa asy-Syaithan, hlm. 32.