Soal
Saudara-saudara sekalian, Syaikh kami, saudara Nader, bertanya :
“Adakah nasihat bagi seseorang yang telah berlebihan dalam dosa-dosa yang dilakukan dalam kesendirian, sehingga keadaannya menjadi kacau dan ia kehilangan kenikmatan dalam ketaatan dan munajat?”
Jawab
Pertama, cukup bagi orang seperti ini firman Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Agung :
“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah berlebihan (berbuat dosa) terhadap diri mereka sendiri, ‘Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Az-Zumar: 53)
Dan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung telah membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman selama mereka masih berada dalam waktu yang diberikan untuk hidup di dunia ini.
Oleh karena itu, nasihat bagi saudara kami yang mulia adalah agar ia segera bertaubat dan kembali kepada taubat setiap kali ia kembali melakukan dosa. Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung mencintai hamba-Nya yang kembali kepada taubat berulang kali, dan janganlah ia merasa putus asa atau kecewa dari rahmat Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung meskipun dosa dan maksiatnya banyak.
Dan ingatlah apa yang disebutkan dalam Kitab Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, di mana Allah ﷻ mengakhiri setiap penyebutan dosa dalam Kitab-Nya dengan menyebutkan taubat, mengajak kepadanya, dan mengingatkan tentangnya.
Lihatlah contoh dosa-dosa besar dalam firman-Nya :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain bersama Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina. Barangsiapa melakukan demikian, niscaya ia akan mendapat hukuman yang berat, azabnya dilipatgandakan pada hari Kiamat, dan ia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina.” Kemudian Allah menyebutkan taubat dengan firman-Nya :
“Kecuali orang-orang yang bertaubat.” (QS. Al-Furqan: 68-70)
Kemudian Allah ﷻ menyebutkan bahwa orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, Allah ﷻ akan mengganti keburukan mereka dengan kebaikan, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dan Allah berfirman :
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. Thaha : 82)
Dan banyak sekali nash-nash yang memerintahkan dan mendorong untuk bertaubat.
Oleh karena itu, nasihat bagi saudara kami adalah agar ia memperbanyak taubat.
Kedua, seseorang tidak tahu kapan ia akan meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu, ia harus takut jika ia terus-menerus dalam kemaksiatan, lalu kematian datang kepadanya saat ia masih dalam dosa besar dan kemaksiatan yang berat.






