Allah ﷻ berfirman :
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.
(Ali Imran : 185)
Allah ﷻ juga berfirman :
أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
(at-Taubah : 38)
Dunia itu seperti wanita nakal, tidak cukup dengan seorang suami, dia mencari banyak suami agar mereka mengakui kecantikannya, selanjutnya dia hanya rela bila suami-suaminya membiarkannya berbuat nakal.
Aku membedakan antara kecantikannya dan perbuatannya
Ternyata kecantikan dengan perbuatan buruk itu tidak sebanding
Dia bersumpah kepada kita bahwa dia tidak akan mengkhianati perjanjian dengan kita
Namun seolah-olah dia juga bersumpah kepada kita untuk tidak memenuhinya
Berjalan memburu dunia adalah seperti berjalan di padang yang penuh dengan hewan buas, berenang padanya seperti berenang di danau yang penuh dengan buaya, yang membahagiakan darinya adalah yang menyedihkan darinya, penderitaan-penderitaannya lahir dari kenikmatannya, dan (sebaliknya) kesedihannya muncul dari kebahagiaannya.
Manakala orang-orang yang diberi taufik mengetahui kadar kehidupan dunia dan masanya yang singkat, maka mereka menyisihkan hawa nafsu demi mendapatkan kehidupan yang abadi.
Semoga Anda dan saya termasuk orang-orang yang diberi taufik mengetahui kadar kehidupan dunia dan masanya yang singkat sehingga kita dapat menyisihkan hawa nafsu demi mendapatkan kehidupan yang abadi. Amin
(Dr. Ahmad bin Utsman al-Mazyad, “Mukhtashar al-Fawaid Ibnu Qayyim”, ei.hal.23)





