Allah ﷻ berfirman :
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa penangguhan yang Kami berikan kepada mereka itu lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberikan penangguhan kepada mereka hanyalah supaya dosa mereka bertambah-tambah, dan mereka layak memperoleh azab yang menghinakan.” (Qs. Ali Imran : 178)
Panjang umur saja bukanlah kebaikan bagi manusia. Kecuali apabila keyakinan dan amal perbuatannya bagus. Karena panjang umur terkadang buruk dan merugikan bagi seseorang. Sebagaimana firman Allah azza wa jalla tentang orang-orang yang tak beriman di atas.
Jadi, orang-orang kafir itu diberikan limpahan rizki, kesehatan, umur panjang, anak dan istri bukan untuk kebaikan mereka, melainkan untuk mencelakakan mereka. Karena dengan limpahan itu dosa mereka akan semakin banyak (Ibnu Utsaimin)
(Liyaddabbaruu Aayaatihi, hal. 84. Dengan gubahan)





