Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى

“Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.” (an-Najm: 32)

Makhul رَحِمَهُ اللهُ berkata,

“Dulu, kita masih berupa janin dalam perut ibu kita. Lalu, gugurlah dari kita orang yang gugur. Sementara kita termasuk kalangan yang tersisa.

“Dan dulu pula, kita adalah orang-orang yang berada di masa penyusuan. Lalu, binasalah di antara kita orang yang binasa. Sementara kita termasuk kalangan yang tersisa.

“Kemudian kita menjadi anak belia. Lalu, binasalah di antara kita orang yang binasa. Sementara kita termasuk kalangan yang tersisa.

“Kemudian, kita menjadi pemuda. Lalu, binasalah di antara kita orang yang binasa. Sementara kita termasuk kalangan yang tersisa.

Kemudian, kita menjadi orang tua. Aku tidak mempedulikanmu, lalu apa setelah ini yang kita tunggu?” (Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim)

(Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, 4/309)