Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman :

 وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu sekalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu sekalian akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (al-Anbiya : 35)

Saudaraku…

“Andai cobaan dunia dan musibahnya tidak ada, niscaya seorang hamba tertimpa penyakit kesombongan, ujub, dan kekerasan hati yang merupakan sebab kebinasaannya baik segera (di dunia) maupun tertunda (di akhirat).

Maka, termasuk rahmat (kasih sayang) Dzat yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang, kadangkala Dia سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menghilangkannya dengan berbagai macam ragam “obat musibah” yang akan menjadi tameng dan pelindung baginya dari serangan penyakit-penyakit tersebut dan sebagai penjagaan untuk kesehatan peribadatannya, untuk mengosongkan (hati) dari materi-materi yang rusak, jelek dan membinasakannya.

Maka, Maha Suci Dzat yang mengasihi dengan cobaan-cobaan-Nya dan menguji dengan kenikmatan-kenikmatan-Nya.”

(Ibnul Qayyim, Zaadul Ma’ad, 4/173)