Tsauban radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اِنْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اِسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا، وَقَالَ : اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Bahwa Rasulullah ﷺ selalu saja kala telah usai dari shalat (Fardhu)nya, beliau beristighfar (memohon ampun kepada Allah ﷻ) sebanyak tiga kali, dan beliau mengucapkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau adalah Yang Memberi keselamatan, dan dariMu segala keselamatan, Maha suci Engkau, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (HR.Muslim)

Ibnu Qayyim rahimahullah mengatakan:
“Orang-orang yang mempunyai tekad dan bashirah lebih memperhatikan beristighfar setelah melaksanakan amalan-amalan ketaatan. Karena mereka melihat kekurangan diri mereka dalam menjalankan ketaatan-ketaatan itu dan meninggalkan amalan-amalan tersebut karena Allah sebagaimana yang layak bagi kemuliaan dan keagungan-Nya, dan seandainya tidak ada perintah, tentu tidak ada serorang pun berani melakukan ubudiyah ini dan dia tidak rela bagi tuannya.”

(Madarij As-Salikin Bai-na Manazil Iyyaka Na’budu Wa iyyaaka Nas-ta’in, 1/195)