Allah ﷻ berfirman:
فَأَصْلِحُوابَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.” (al-Hujurat : 9)
Khalifah al-Abas Abdullah bin Muhammad bin Ali Abu Ja’far al-Manshur rahimahullah, pernah mengatakan kepada anaknya al-Mahdi :
“Sesungguhnya khalifah tidak layak disandang kecuali oleh orang yang bertakwa.
Kepemimpinan tidak layak dipegang melainkan bagi orang yang taat kepada Allah ﷻ.
Ingatlah! masyarakat tidak akan menjadi baik melainkan jika di perlakukan dengan adil.
Sedangkan manusia yang terbaik adalah orang yang suka memberi maaf sedangkan dirinya mampu untuk memberi hukuman kepadanya.
Dan, manusia yang paling sedikit akalnya adalah orang yang menzalimi orang lain yang di bawah kekuasaannya.
Wahai anakku!
Senantiasa iringilah sebuah nikmat dengan rasa syukur.
Sertai kekuatan dengan senang memberi maaf pada (orang lain), dan sertai ketaatan dengan kelemah lembutan,
Ikuti kemenangan dengan rendah diri dan menyayangi orang lain.
Dan, jangan lupakan dirimu untuk mengambil bagianmu di dunia serta bagianmu dari rahmatnya Allah ﷻ.”
[Ibnu Katsir, Bidayahwa Nihayah, 10/126]





