Nabi Musa ‘alahissalam pernah meminta sesuatu yang paling besar.
Dia ‘alahissalam mengatakan :
رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ
“Ya Tuhanku, perlihatkanlah (diriMu) padaku agar aku bisa melihat-Mu.”
(Qs. al-A’raf : 143)
Dan dia ‘alahissalam juga pernah meminta sesuatu yang paling kecil.
Dia ‘alahissalam mengatakan,
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
(Qs. al-Qashash : 24)
Maka, kita juga harus meminta kepada Allah ﷻ sesuatu yang paling besar, yaitu kebaikan Akhirat, dan meminta kepada Allah ﷻ sesuatu yang paling kecil, yaitu kebaikan dunia.
Kita harus berdoa :
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan peliharalah kami dari siksa Neraka.” (Qs. Al-Baqarah : 201)
(Ar-Razi, Asraru Tanzil, hal. 132)





