๐ Allah ๏ทป berfirman :
๏ดฟููููููุจููููููููููู ู ุจูุดูููุกู ู ููู ุงููุฎููููู ููุงููุฌููุนู ููููููุตู ู ููู ุงููุฃูู ูููุงูู ููุงููุฃูููููุณู ููุงูุซููู ูุฑูุงุชู ููุจูุดููุฑู ุงูุตููุงุจูุฑูููู (155) ุงูููุฐูููู ุฅูุฐูุง ุฃูุตูุงุจูุชูููู ู ู ูุตููุจูุฉู ููุงูููุง ุฅููููุง ููููููู ููุฅููููุง ุฅููููููู ุฑูุงุฌูุนูููู (156) ุฃููููุฆููู ุนูููููููู ู ุตูููููุงุชู ู ููู ุฑูุจููููู ู ููุฑูุญูู ูุฉู ููุฃููููุฆููู ููู ู ุงููู ูููุชูุฏูููู (157)๏ดพ [ุงูุจูุฑุฉ: 155-157]
โKami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan โInnฤ lillฤhi wa innฤ ilaihi rฤjiโลซnโ (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.โ (al-Baqarah : 155-157)
Ada seseorang yang pernah bertanya kepada Imam Syafi’i rahimahullah, ia mengatakan:
โWahai Abu Abdillah, mana yang lebih baik, seseorang yang diberi kedudukan atau diberi cobaan ?โ
Maka Imam Syafi’I rahimahullah menjawab,
โTidak mungkin ada seseorang yang mendapat kedudukan melainkan setelah mendapat cobaan terlebih dahulu.
Sesungguhnya Allah ๏ทป telah memberi cobaan kepada para NabiNya, Allah ๏ทป memberi cobaan pada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi kita Muhammad ๏ทบ, ketika mereka semua mampu bersabar, maka Allah ๏ทป memberi mereka kedudukan di muka bumi ini, jangan pernah engkau sangka kalau seseorang itu tidak akan pernah merasakan sakitnya cobaan hidup.โ
[Ibnu Qoyim, “al-Fawaid”, hal. 269]





