Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
اَلدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلَّا ذِكْرَ اللهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
“Dunia itu dilaknat dan apa yang terdapat padanya dilaknat, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang Dia cintai, seorang ‘alim (berilmu) dan muta’allim (pencari ilmu).”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Baihaqi. At-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan.”)
Yang dimaksud dengan “dunia’” di sini adalah segala urusan yang menyibukkan dari Allah ﷻ dan menjauhkan dari-Nya.
Yang dimaksud dengan “dilaknat” di sini adalah jauhnya ia dari pandanganNya.
“Kecintaan” (الوَالَاةُ), yakni kecuali dzikir kepada Allah ﷻ dan urusan yang terjadi di dunia yang dicintai oleh Allah ﷻ.
Atau, artinya adalah “mengikuti” .
Jadi, maksudnya adalah, ‘apa yang berjalan sesuai dengan perintah dan larangan Allah ﷻ.
Mungkin juga maksudnya adalah apa yang sesuai dengan dzikir kepada Allah ﷻ yakni yang sejenis dan mirip dengannya, taat kepadaNya, mengikuti perintahNya, menjauhi laranganNya. Semua itu termasuk ke dalam apa yang sesuai dengan dzikir kepada Allah ﷻ. Wallahu A’lam
(Muhammad Nashiruddin al-Albani,”Shahih at-Targhib Wa at-Tarhib”, ei.177)




