Allah Subhnahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا
Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikitpun.” (an-Nisa : 77)
Kenangan dunia, baik berupa manfaat maupun kenikmatannya, disebut oleh Allah Subhnahu wa Ta’ala sebagai sesuatu yang sedikit, karena semuanya tidak abadi.
Dan, Nabi ﷺ bersabda,
مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَرَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا
“Perumpamaanku dengan dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah sebatang pohon, beristirahat sejenak, kemudian pergi meninggalkannya.”
(al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkami al-Qur’an, 6/463)



