مَضَى رَجَبٌ وَمَا أَحْسَنْتَ فِيْهِ … وَهَذَا شَهْرُ شَعْبَانَ الْمُبَارَكِ

فَيَا مَنْ ضَيَّعَ الْأَوْقَاتِ جَهْلًا… بِحُرْمَتِهَا أَقِفْ وَاحْذَرْ بَوَارَكَ

فَسَوْفَ تُفَارِقُ اللَّذَّاتِ قَسْرًا … وَيَخْلِي الْمَوْتُ كُرْهًا مِنْكَ دَارَكَ

تَدَارَكْ مَا اسْتَطَعْتَ مِنَ الْخَطَايَا … بِتَوْبَةٍ مُخْلِصٍ وَاجْعَلْ مَدَارَكَ

عَلى طَلَبِ السَّلَامَةِ مِنْ جَحِيْمٍ …فَخَيْرُ ذَوِي الجَرَائِمِ مِنْ تَدَارُكٍ

Bulan Rajab telah berlalu bersama segala kebaikan yang telah engkau lakukan di dalamnya…

Ini bulan Sya’ban yang diberkati

Duhai orang-orang yang telah menyia-nyiakan waktu…karena tidak tahu akan kehormatannya…

Berhentilah dan wasadalah akan kebinasaanmu !

Kamu bakal berpisah dengan beragam kelezatan-kelezatan itu secara paksa…

Dan kematian itu bakal mengosongkan rumahmu dari dirimu sementara kamu tak suka…

Kejarlah kesalahanmu semampumu…

dengan pertaubatan seorang yang ikhlash.

Dan jadikanlah upaya pengejaranmu itu untuk mencari keselamatan dari (siska) Neraka…

Karena hal itu merupakan upaya pengejaran terbaik bagi orang orang yang telah berbuat beragam kejahatan.

(Abu Idris, Fadha-il al-Asy-hur, 1/11)