Allah ﷻ berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(Qs. Fushilat : 39)

Allah ﷻ juga berfirman,

وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

“Dan kamu lihat bumi ini kering kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.”
(Qs. Al-Hajj : 5)

“Allah ﷻ mengabarkan tentang bumi bahwa ia kering dan tandus, kemudian hujan turun di atasnya, maka ia pun terbelah dan subur, dan menampakkan keindahan dan kehijauannya.

Demikian pula makhluk yang diciptakan dari bumi, bila ia mendapatkan bagiaannya dari taufik Allah ﷻ (Niscaya akan menampakkan keindahan akhlak yang mulia nan terpuji).”

(Dr. Ahmad bin Utsman al-Mazyad mengatakan, Mukhtashar al-Fawaid Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah, (e.i, hal.100))